TECHNOLOGI & PENDIDIKAN

9.325 Mahasiswa Baru Disambut Kurikulum Eropa, Unissula Bidik Mahasiswa Asing

227
×

9.325 Mahasiswa Baru Disambut Kurikulum Eropa, Unissula Bidik Mahasiswa Asing

Sebarkan artikel ini

SEMARANG,TOMBAK RAKYAT.COM — Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang resmi membuka Pekan Taaruf untuk menyambut 9.325 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 pada Selasa (8/9/2026).

 

Dalam pembukaan tersebut, Unissula menegaskan komitmen internasionalisasinya dengan menerapkan kurikulum berstandar Eropa yang berhasil menarik minat mahasiswa asing dari berbagai negara.

 

Rektor Unissula, Prof. Dr. Gunarto, SH, MH, secara simbolis menyematkan pin kepada perwakilan mahasiswa baru, termasuk mahasiswa yang berasal dari Uganda, Nigeria, dan Timor-Leste.

 

Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan strategi kampus dalam memperluas lingkungan akademik yang inklusif dan berdaya saing global.

Baca Juga  Bupati Kendal Resmikan Pelatihan Garmen untuk 50 Warga Duafa, Targetkan Kemandirian Ekonomi Mustahik
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Menurut Prof. Gunarto, daya tarik Unissula bagi mahasiswa asing tidak lepas dari penyesuaian kurikulum dan perangkat pembelajaran yang kini berkiblat ke Barat.

 

Kampus ini mengadopsi sistem pendidikan tinggi yang mengacu pada standar negara-negara Eropa, khususnya Jerman.

 

“Kurikulumnya standar Eropa. Kita memilih yang Jerman dan Eropa, yang hampir setara dengan standar di Amerika dan Australia, dan lebih tinggi dari standar-standar di benua Asia,” kata Prof. Gunarto di Semarang.

Baca Juga  DRONE PETROKIMIA BERAKSI di BEJI : Semprotkan Pupuk dari Udara

 

Penerapan kurikulum internasional ini berfokus pada penguasaan sains modern dan keterampilan akademik tertinggi.

 

Kendati menerapkan standar global, Unissula tetap mengintegrasikan seluruh disiplin ilmu pengetahuan tersebut dengan fondasi nilai-nilai Islam.

 

Melalui transisi budaya belajar dari tingkat sekolah menengah ke perguruan tinggi, mahasiswa baru—baik lokal maupun asing—diarahkan untuk menguasai kompetensi ilmiah secara cepat dan terukur.

 

Standar akademik ini dirancang agar mahasiswa S1 dapat lulus dalam waktu 7 semester dan D3 dalam waktu 2,5 tahun.

Baca Juga  BIMTEK DIGIDES : Desa Simo Bersiap Menuju Desa Digital.

 

Efektivitas kurikulum berbasis sains modern ini juga tercermin dari tingginya daya serap lulusan di dunia kerja.

 

Rektor mencatat, rata-rata masa tunggu lulusan Unissula untuk mendapatkan pekerjaan hanya 2,8 bulan, sebuah indikator kuat bahwa lulusan kampus ini siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

 

Rangkaian Pekan Taaruf bagi ribuan mahasiswa baru ini akan dilanjutkan dengan pengenalan akademik dan organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas masing-masing hingga Sabtu mendatang.