TECHNOLOGI & PENDIDIKAN

AGUS FLORES DAN KAPOLDA JAWA BARAT DIKENAL DEKAT, KASUS AZEL JADI PERHATIAN

6
×

AGUS FLORES DAN KAPOLDA JAWA BARAT DIKENAL DEKAT, KASUS AZEL JADI PERHATIAN

Sebarkan artikel ini
oplus_2

TombakRakyat.com – CIREBON — Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, kembali menjadi sorotan setelah turun langsung menemui keluarga Azel di tengah mencuatnya dugaan bullying yang berkaitan dengan lingkungan SD Santa Maria Kota Cirebon.

Nama Agus Flores juga dikaitkan dengan kedekatannya dengan Kapolda Jawa Barat. Hubungan komunikasi yang disebut terjalin dekat tersebut menjadi perhatian publik, terlebih persoalan yang sedang disorot menyangkut dugaan perundungan terhadap anak dan membutuhkan penanganan secara serius.

Namun, kedekatan personal maupun komunikasi antara tokoh masyarakat dengan pejabat kepolisian tentu tidak boleh diartikan sebagai bentuk intervensi terhadap proses hukum.

Baca Juga  Agus Flores Resmi Jadi Pengacara  Keluarga Korban Dugaan Bullying SD Santa Maria, Orang Tua Cabut Kuasa Hukum Sebelumnya

Turun Langsung Temui Keluarga Azel

Kehadiran Agus Flores di kediaman keluarga Azel menjadi bentuk dukungan moral terhadap keluarga yang tengah menghadapi persoalan.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan salam dari Om Pipit untuk Azel, sebuah pesan sederhana yang menjadi penyemangat bagi anak dan keluarganya.

Agus Flores mendorong agar setiap dugaan yang berkaitan dengan anak diperiksa secara objektif. Fakta harus ditempatkan di atas opini, sementara setiap pihak tetap diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.

Kedekatan dengan Kapolda Jadi Sorotan

Baca Juga  Bantah Penjelasan SMPN 2 Weleri ke Ombudsman, Wali Murid : “Persoalan Utamanya Bukan Keberatan Orang Tua Tetapi Dugaan Mekanisme Pungutan”

Kedekatan Agus Flores dengan Kapolda Jawa Barat turut menjadi perhatian karena publik tentu berharap setiap persoalan yang menyangkut perlindungan anak mendapatkan perhatian sesuai koridor hukum.

Jika memang terdapat aspek pidana dalam persoalan tersebut, prosesnya harus tetap berjalan berdasarkan laporan, keterangan saksi, alat bukti, serta mekanisme hukum yang berlaku.

Bukan karena siapa yang dekat dengan siapa, tetapi karena setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan proses yang adil.

Publik Menunggu Sikap Aparat

Kini perhatian publik tertuju pada langkah pihak sekolah dan aparat penegak hukum.

Baca Juga  Polri Hadirkan Sekolah Unggulan Berstandar Dunia, 297 Siswa Mulai Tempati Kampus

Apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, masyarakat berharap dilakukan pemeriksaan secara profesional dan transparan. Namun apabila dugaan tersebut tidak terbukti, fakta tersebut juga harus disampaikan secara terbuka agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kasus Azel pun kembali menyisakan pertanyaan:
Akankah dugaan bullying di lingkungan SD Santa Maria Cirebon diungkap secara terang berdasarkan fakta dan bukti?

Kehadiran Agus Flores di tengah keluarga Azel setidaknya menunjukkan satu pesan: persoalan yang menyangkut anak tidak boleh dipandang sebelah mata.

Hisam