Warta DesaDAERAH

Merah Putih Berkibar di Balai Garuda, Tandai Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Jadi Desa Rowosari ke-167

530
×

Merah Putih Berkibar di Balai Garuda, Tandai Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Jadi Desa Rowosari ke-167

Sebarkan artikel ini
Hari Jadi Desa Rowosari ke-167 di peringati dalam Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-8, Senin (17/8/26)
Hari Jadi Desa Rowosari ke-167 di peringati dalam Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-8, Senin (17/8/26)

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com —Bendera Merah Putih berkibar gagah di halaman Balai Garuda, Desa Rowosari, Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi penanda dua momentum bersejarah sekaligus, yakni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Jadi Desa Rowosari ke-167.

Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti upacara dengan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, pemuda, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P., menyampaikan pidato kemerdekaan, di Balai Garuda Desa Rowosari
Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P., menyampaikan pidato kemerdekaan, di Balai Garuda Desa Rowosari

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P., menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Desa yang digelar dalam satu rangkaian memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, penyatuan dua peringatan tersebut merupakan simbol keterkaitan antara sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan perjalanan panjang Desa Rowosari.

“Setiap tahun kami memperingati Hari Jadi Desa Rowosari bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI. Ini bukan sekadar efisiensi kegiatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah desa dan perjuangan bangsa yang saling berkaitan,” ujarnya.

Baca Juga  Beras Bantuan Tak Lagi Berbasis Daftar? Kebijakan “Dibagi Rata” di Cepiring Tuai Sorotan

Luqman menjelaskan, usia Desa Rowosari yang genap mencapai 167 tahun pada 19 Agustus 2026 menjadi bukti panjangnya perjalanan pembangunan yang telah ditempuh oleh para pendahulu desa. Berbagai capaian yang dirasakan masyarakat saat ini, menurutnya, tidak lepas dari semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan filosofi Balai Garuda, bangunan yang kini menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas kemasyarakatan Desa Rowosari. Ia menegaskan bahwa Balai Garuda tidak hanya dibangun sebagai kantor pelayanan publik, tetapi juga dirancang sebagai simbol persatuan, kekuatan, dan arah pembangunan desa.

“Balai Garuda dibangun dengan enam pilar utama yang melambangkan enam dusun penyangga Desa Rowosari, yaitu Gajahoyo, Krajan, Kesatrian, Saribaru, Tegalsari, dan Tegalrejo. Ornamen pondasi berupa susunan batu berantai melambangkan eratnya ikatan persatuan masyarakat. Sementara Lambang Negara Garuda Pancasila yang ditempatkan di puncak gedung menjadi simbol bahwa seluruh pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila, persatuan, serta kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Baca Juga  MBG di Kecer–Dasuk: Program Gizi yang Justru Mengancam Kesehatan

Menurut Luqman, filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak dapat dicapai secara parsial. Seluruh dusun harus bergerak bersama, saling mendukung, dan bersatu dalam satu tujuan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Hari jadi desa adalah momentum untuk mengenang jasa para pendahulu, sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjaga kekompakan dan kebersamaan agar Rowosari semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.

Detik-detik pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibra
Detik-detik pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibra

Rangkaian upacara diisi dengan Gelar Pasukan Parade Kemenangan, pembacaan Teks Proklamasi, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan sejarah singkat Desa Rowosari, serta doa bersama untuk para pendiri desa dan pahlawan bangsa. Selain menjadi agenda seremonial tahunan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Baca Juga  Kepala Desa di Persimpangan: Menjaga Sawah atau Membiarkan Pelanggaran Tata Ruang?

Sejumlah tokoh masyarakat memberikan apresiasi atas tradisi yang terus dipertahankan oleh Pemerintah Desa Rowosari. Mereka menilai peringatan Hari Jadi Desa yang digelar bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

Siswa siswi SD dan SMP nampak di barisan peserta upacara bersama, guru dan beberapa elemen masyarakat dan organisasi kemasuarakatan lain
Siswa siswi SD dan SMP nampak di barisan peserta upacara bersama, guru dan beberapa elemen masyarakat dan organisasi kemasuarakatan lain

Warga yang hadir pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari peringatan tersebut. Bagi mereka, kegiatan tahunan ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Desa Rowosari serta pengingat bahwa kemajuan desa merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Melalui peringatan Hari Jadi Desa Rowosari ke-167 ini, masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, maju, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.