JAKARTA PUSAT,TombakRakyat.com_Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi ini diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat). Sejumlah kampus yang disebut terlibat antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Nasional.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan selama dua tahun terakhir. Mereka juga memaparkan hasil survei yang diklaim melibatkan 560 responden dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Berdasarkan hasil survei yang disampaikan, sebanyak 78 persen responden disebut menilai pemerintahan Prabowo-Gibran telah gagal.
Selain menyampaikan kritik, massa aksi membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, ekonomi, kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, serta pendidikan.
Adapun lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa meliputi:
Penanganan karhutla: Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem yang terdampak.
Pembenahan ekonomi: Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi guna memberantas ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
Perlindungan ruang sipil: Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
Pemberantasan korupsi: Memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Reformasi pendidikan: Menurunkan biaya pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.
Menjelang berakhirnya aksi, sekitar pukul 18.30 WIB, mahasiswa membacakan pernyataan sikap terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan penilaian bahwa pemerintahan saat ini telah gagal dalam menjalankan mandatnya, sebagaimana menjadi salah satu pokok kritik dalam aksi.

Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa dan elemen masyarakat menyuarakan tuntutan perubahan kebijakan, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta pemenuhan aspirasi publik dalam berbagai sektor kehidupan.












