WONOSOBO,TOMBAKRAKYAT.COM ~ Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan penyebab utama maraknya kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat seperti Garut, Cianjur, Bandung Barat dan Sleman, akibat praktik pertanian yang berlebihan menggunakan nitrogen.
“Masalah lebih banyak di Jawa Barat, Garut, Cianjur, Bandung Barat dan Sleman. Itu daerah endemik karena kadar nitritnya cukup tinggi. Kemungkinan disebabkan praktik budidaya petani yang terlalu banyak memberikan nitrogen sehingga kandungan nitrit di tanaman juga tinggi,” ujar Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).
Pernyataan Kepala BGN yang menuding petani sebagai penyebab utama keracunan massal MBG (Makan Bergizi Gratis) menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk lepas tanggung jawab dan upaya mengkambinghitamkan kelompok masyarakat yang paling rentan.
“Sungguh ironis, di saat masyarakat kecil seperti petani berjuang untuk memenuhi kebutuhan pangan, justru mereka dituduh sebagai penyebab masalah,” ujar Zainul Arifin, Ketua DPP FORMADES yang dikenal vokal dalam isu-isu keadilan sosial. “Ini bukan hanya soal kasus keracunan, tapi juga soal bagaimana pejabat publik seharusnya bersikap.”
Reaksi Masyarakat dan Pengamat
Pernyataan Kepala BGN tersebut memicu gelombang protes di media sosial. Tagar #BGNLepasTanggungJawab dan #PetaniTidakBersalah menjadi trending topic di Twitter. Banyak warganet yang menyuarakan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap pernyataan tersebut.
Pengamat kebijakan publik, Dr. Lies Marcoes, menilai bahwa pernyataan Kepala BGN mencerminkan mentalitas sebagian pejabat publik yang cenderung mencari kambing hitam daripada mencari solusi yang komprehensif. “Ini adalah pola yang sangat tidak sehat. Seharusnya, BGN melakukan investigasi mendalam dan mencari akar masalahnya, bukan malah menuding pihak yang jelas-jelas tidak memiliki kekuatan untuk membela diri,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Masyarakat berharap agar pemerintah, khususnya BGN, dapat lebih bijaksana dalam memberikan pernyataan dan lebih bertanggung jawab dalam menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat. “Jangan hanya bisa menyalahkan, tapi berikan solusi yang nyata,” pungkas Zainul Arifin












