OPINI & ANALISIS

Kolaborasi antara Pers Masyarakat Sipil dan Tokoh Bangsa Wujudkan Penguatan Demokrasi.

77
×

Kolaborasi antara Pers Masyarakat Sipil dan Tokoh Bangsa Wujudkan Penguatan Demokrasi.

Sebarkan artikel ini
Prof.DR. Komarifin Hidayat, Ketua Dewan Pers Indonesia
Prof.DR. Komarifin Hidayat, Ketua Dewan Pers Indonesia

Mengurai tujuan yang disampaikan Ketua Dewan Pers, Prof. DR. Komarudin Hidayat pada Malam puncak Anugerah Dewan Pers 2025 yang digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu malam (10/12/2025).

 

Anugerah Dewan Pers 2025,dengan mengusung tema “Tegas menjaga kemerdekaan Pers” dan sub tema “Tokoh Tokoh Bangsa Penjaga Kemerdekaan Pers” meneguhkan peran krusial pers dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam kerangka demokrasi yang berjalan. Dalam hal ini, peran pers dapat diuraikan menjadi beberapa aspek inti yang saling terkait:

 

Meneguhkan Posisi Pers sebagai Pilar ke-4 Demokrasi sekaligus Penyeimbang Kekuasaan

Sebagai pilar ke-4 demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pers memiliki tugas mendasar untuk memantau kebijakan dan tindakan lembaga-lembaga kekuasaan. Tanpa keberadaan pers yang berani dan mandiri, kekuasaan cenderung akan terkonsentrasi dan berpotensi disalahgunakan tanpa ada pengawasan yang efektif. Melalui laporan yang akurat, analisis yang mendalam, dan kritik yang konstruktif, pers berperan sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan kepentingan umum dan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Baca Juga  Negeri Bergelar Panjang, Tapi Pendek dalam Membersamai

 

Mendorong Tokoh-Tokoh Bangsa yang Memiliki Kepedulian terhadap Keberlangsungan Pers yang Merdeka dan Berkualitas

Keberlangsungan pers yang merdeka dan berkualitas tidak dapat berdiri sendirian; ia membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama tokoh-tokoh bangsa yang memiliki pengaruh dan wawasan. Tokoh-tokoh ini—baik dari kalangan akademisi, aktivis, pemimpin masyarakat, maupun tokoh bisnis yang bertanggung jawab—dapat berperan sebagai pendukung, pemberi nasihat, dan bahkan penggerak perubahan untuk memastikan bahwa pers tidak tertekan oleh tekanan apapun. Dengan mengedukasi publik tentang pentingnya kemerdekaan pers, mendukung kebijakan yang menguntungkan perkembangan pers, dan menekankan nilai-nilai jurnalistik yang tinggi, para tokoh ini berkontribusi pada terciptanya ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga  Sinergi Psikologi Islam dan Barat dalam Membangun Karakter Anak

 

Menginspirasi Publik tentang Pentingnya Kemerdekaan Pers dalam Memperkuat Demokrasi yang Bermartabat

Kemerdekaan pers adalah landasan bagi terwujudnya demokrasi yang bermartabat, di mana setiap warga memiliki akses ke informasi yang benar, dapat berbicara bebas, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik. Pers yang bebas mampu memberitakan fakta tanpa prasangka, menampung berbagai suara dan pandangan, serta memberdayakan publik untuk membuat keputusan yang cerdas. Dengan mengangkat isu-isu yang relevan, menyoroti masalah yang ada di masyarakat, dan menampilkan contoh-contoh keberhasilan demokrasi yang didukung oleh pers yang kuat, pers dapat menginspirasi publik untuk lebih peduli, terlibat, dan berperan dalam memperkuat tatanan demokrasi yang lebih adil dan makmur.

Baca Juga  Desa Tidak Rusak Karena Sistem—Tapi Karena Akal Sehat yang Dijual Murah

 

Dengan demikian, peran pers tidak hanya sebatas memberitakan berita, melainkan juga sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam membangun masyarakat yang demokratis, adil, dan penuh dengan rasa tanggung jawab.

#AnugerahDewanPers2025

#KomarudinHidayat

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *