WONOSOBO, TOMBAKRAKYAT.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah melakukan verifikasi dan validasi langsung terhadap calon penerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran dana CSR. Desa Derongisor merupakan salah satu desa binaan Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah.
Dalam proses verifikasi secara langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah warga yang menjadi calon penerima bantuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Suasana haru mewarnai kunjungan ke rumah Miskumaeri (60), seorang penjual tempe yang sehari-hari hidup seorang diri. Ia sempat kebingungan saat rombongan pejabat mendatangi kediamannya.
Namun, raut wajahnya berubah menjadi senyum bahagia setelah mendapatkan kepastian bahwa dirinya akan menerima bantuan sambungan listrik gratis.
Selama ini, Miskumaeri mengandalkan sambungan listrik dari rumah tetangganya dengan membayar iuran swadaya sebesar Rp20.000 per bulan. Listrik tersebut digunakan untuk menyalakan empat lampu di rumahnya.
“Nggih remen. Biasane kula nyalur ting sebelah,” ungkapnya dengan penuh syukur. Pernyataan tersebut berarti, dirinya merasa senang karena selama ini menggunakan sambungan listrik dari tetangga sebelah.
Kebahagiaan serupa dirasakan Wahidi, seorang buruh serabutan yang rumahnya memiliki fasilitas jamban tidak layak. Ia mengaku lega setelah mendapat kepastian bahwa jamban di rumahnya akan segera diperbaiki.
“Alhamdulillah, semoga segera dibangun,” kata Wahidi. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bergotong royong membantu proses renovasi.
Sementara itu, bantuan pemberdayaan ekonomi akan diberikan kepada Ahmad Tasim, seorang pedagang mi ongklok keliling. Ia menyambut gembira kepastian bantuan berupa gerobak usaha baru yang diharapkan dapat menunjang aktivitas berdagang sekaligus meningkatkan pendapatannya.
Dengan gerobak baru tersebut, Ahmad Tasim diharapkan dapat mengembangkan usahanya saat berjualan di kawasan wisata Kalianget dan sekitarnya.
Bank Jateng Tekankan Akuntabilitas Dana CSR
Kepala Bagian Sekretaris Bank Jateng, Anton Sugiharto, memimpin langsung proses verifikasi dan validasi dengan mendatangi rumah-rumah warga calon penerima bantuan.
Menurut Anton, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar bantuan yang bersumber dari dana CSR perusahaan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Saya hadir langsung ke Desa Derongisor agar bisa merasakan bagaimana kondisi riil di lapangan. Kami terus berkomitmen mendorong program pemerintah provinsi dalam mengentaskan kemiskinan agar masyarakat di sini bisa lebih sejahtera dan mandiri,” terang Anton.
Sementara itu, Sekretaris Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Dikki Ruly Perkasa, menyampaikan bahwa total anggaran dalam program kolaborasi tersebut mencapai Rp197 juta.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah program penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, meliputi:
1. Intervensi pemenuhan gizi bagi anak yang mengalami stunting.
2. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
3. Perbaikan sanitasi dan pembangunan jamban sehat.
4. Fasilitasi sambungan listrik mandiri secara gratis.
5. Pengadaan gerobak usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
6. Bantuan peralatan kesenian untuk mendukung pelestarian budaya lokal.
7. Bantuan khusus bagi penyandang disabilitas.
Selain bantuan fisik dan sarana usaha, para pedagang mi ongklok di Desa Derongisor juga akan mendapatkan pelatihan manajemen usaha. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
Dikki menjelaskan, program tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi ini merupakan program keberlanjutan yang telah berjalan konsisten selama satu dasawarsa. Kami dari pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan selalu melekat mendampingi desa ini agar di tahun-tahun mendatang mereka bisa menjadi episentrum kemandirian ekonomi warganya,” pungkas Dikki.
Melalui kolaborasi antara Bank Jateng dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, bantuan CSR diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Derongisor secara berkelanjutan.












