BERITADAERAH

MA Mu’allimin Temanggung Gelar Rihlah Ilmiah di Blawong Wetan

12
×

MA Mu’allimin Temanggung Gelar Rihlah Ilmiah di Blawong Wetan

Sebarkan artikel ini

TEMANGGUNG, TOMBAKRAKYAT.com — MA Mu’allimin Jampirejo Temanggung menggelar Rihlah Ilmiah di Dusun Blawong Wetan, Desa Gemawang, Temanggung, Senin (19/10/2026). Kegiatan kokurikuler bulanan ini mengusung tema “Menyemai Semangat Santri, Merawat Silaturahmi, dan Mengabdi untuk Negeri.”

 

Kegiatan berlangsung di kediaman keluarga Roi Fardan, siswi MA Mu’allimin Temanggung, dan diikuti kepala sekolah, dewan guru, siswa, wali murid, masyarakat setempat, serta Laeliyah Rachmawati, mahasiswi magang Program Studi PAI INISNU Temanggung.

 

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mu’allimin Temanggung. Selanjutnya, perwakilan OSIS, tuan rumah, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menyampaikan sambutan.

Baca Juga  Rp11,4 Miliar Dana Pendidikan “Diselamatkan” : Potret Busuk Moral di Balik Jas Pendidikan

Memasuki acara inti, Kepala MA Mu’allimin Temanggung, Uqi, menyampaikan materi tentang makna Rihlah Ilmiah sebagai perjalanan untuk menuntut ilmu, bukan sekadar mengunjungi tempat baru. Peserta diajak mengenal sejarah desa, asal-usul nama Blawong Wetan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangannya melalui penuturan sesepuh dan dokumen desa.

 

“Rihlah Ilmiah bukan sekadar kegiatan berkunjung, tetapi menjadi sarana bagi siswa untuk belajar langsung dari lingkungan masyarakat, mengenal sejarah desa, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta meneladani perjuangan para ulama dan santri. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta bangsa.” jelas Uqi.

Baca Juga  Mengaku Wartawan, Oknum Driver Taksi Online Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Mahasiswi Yogyakarta

 

Materi kemudian berlanjut pada pemaknaan Hari Santri Nasional. Uqi menjelaskan bahwa peringatan setiap 22 Oktober bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan HSN melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 berkaitan erat dengan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

 

Ia juga menguraikan lima nilai santri, yaitu Sabiqul Khairi (bersegera dalam kebaikan), Na’ibul Ulama (penerus perjuangan ulama), Tarikul Ma’ashi (meninggalkan kemaksiatan), Ridwanullah (mencari rida Allah), dan Al-Yaqin (keyakinan kuat yang disertai ikhtiar). Pesan tersebut menekankan pentingnya kesungguhan dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Baca Juga  Empat jembatan penghubung antar kecamatan di Aceh Tenggara terputus akibat Luapan air

Sepanjang kegiatan, siswa terlibat aktif sebagai pembawa acara, dirigen, penyampai sambutan, dan pemimpin tahlil. Keterlibatan ini menjadi sarana melatih keberanian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bersosialisasi.

 

Kepala sekolah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antara sekolah, wali murid, dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar kontekstual untuk membentuk karakter santri.

 

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antara keluarga besar MA Mu’allimin Temanggung dan masyarakat Blawong Wetan.