OPINI & ANALISIS

SMSI Solo Raya Siap Dilantik 5 Oktober Warsito Tegaskan: Berita Atas Nama Media, Bukan Organisasi

78
×

SMSI Solo Raya Siap Dilantik 5 Oktober Warsito Tegaskan: Berita Atas Nama Media, Bukan Organisasi

Sebarkan artikel ini

Tombak Rakyat.Com – Sragen – Koordinator SMSI Eks Karesidenan Surakarta Warsito imbau anggota: berita atas nama media masing-masing, jangan bawa nama organisasi. Pelantikan kepengurusan 7 kabupaten/kota 5 Oktober 2026 di Hotel Amantis Demak.

 

Pesan tegas namun penuh persaudaraan disampaikan Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Surakarta, Warsito, Kamis (24/9/2026). Kepada seluruh pengurus dan anggota di tujuh kabupaten/kota, beliau mengingatkan satu hal yang tak boleh kabur: bedakan tegas mana tugas jurnalistik dan mana urusan organisasi.

Penegasan itu disampaikan Warsito di Sragen. Ia mengajak seluruh keluarga besar SMSI Solo Raya menjaga silaturahmi, kekompakan, dan nama baik organisasi dengan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

“Tugas pers itu atas nama media masing-masing, bukan atas nama organisasi,” tegas Warsito.

Menurutnya, saat mewawancarai narasumber hingga menyusun berita, setiap anggota wajib menggunakan identitas perusahaan pers tempat bekerja. Nama SMSI tidak dibawa ke dalam substansi pemberitaan.

Baca Juga  Impor 105 Ribu Mobil Niaga India: Program Rakyat atau Dislokasi Industri Nasional?

“Jangan mencantumkan atau membawa-bawa nama SMSI dalam berita. Kita jaga batas itu agar jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, baik di kalangan publik maupun narasumber,” ujarnya.

Warsito menjelaskan, SMSI adalah wadah perusahaan pers, bukan satu media tunggal. Setiap anggota mewakili medianya sendiri. Amanah sebagai Koordinator Solo Raya diembannya dari Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, M.Si. dan Ketua SMSI Jawa Tengah Drs. Jayanto Arus Adi, MM.

 

Sajikan Berita Akurat, Tolak Hoaks dan Kebencian

Pada kesempatan itu, Warsito juga mengimbau konsistensi dalam menyajikan informasi harus aktual, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dihindari tegas: ujaran kebencian, berita belum terverifikasi atau hoaks, serta materi yang memicu keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Catatan Prestasi Pemerintahan Prabowo-Gibran: Rekor yang Tidak Perlu Dibanggakan

“Kita bagian dari 11 organisasi konstituen Dewan Pers. Keberadaan SMSI punya tanggung jawab publik yang besar. Mari kita jaga kepercayaan itu,” katanya.

Beliau menegaskan: kritis adalah kewajiban jurnalisme. Namun kritis harus berdasar, beretika, dan tidak mencampuradukkan kepentingan pribadi atau kelompok.

 

Pelantikan 5 Oktober di Hotel Amantis, Demak

Kepengurusan SMSI Eks Solo Raya yang mencakup 7 kabupaten/kota dijadwalkan dilantik pada 5 Oktober 2026 di Hotel Amantis, Kabupaten Demak.

 

Susunan Pengurus:

– Koordinator Wilayah: Warsito

– Bendahara Jateng: Muhammad Hanafi

– Wakil Kerja Sama I: Sukarsono

– Wakil Kerja Sama II: Muhamad Heroni

Sragen: Sugiyanto, Nico Andi Wauran, Sri Uminah, Sriyadi

Solo: Rachmatullah, Waelem Surya, Taufik Hindragiri

Klaten: Sri Lestari, SKM., Desi Apriani, Yayuk Sri Purwani

Sukoharjo: Danang Aditia Putra, Geger Setyo Prayitno, Fandin Risyanda Putra

Baca Juga  Korupsi Desa yang “Nyaman”: Laporan Warga Menguap, Pengawasan Inspektorat Kendal hanya Seremonial ?

Karanganyar: Jiyanto, Hendro Suryono, Haryati

Boyolali: Ahmad Hafidz Zaini, Purwanto, Anjar Saputro

Wonogiri: Sri Handayani, Anik Sugiyatmini, Dicky Nurul Ikhsan

 

Kiprah Warsito: Kritis, Beretika, Berdampak

Warsito telah berkiprah di dunia jurnalistik sejak 2018 dan mendirikan PT Berita Istana Negara pada 2021. Ia dikenal konsisten mengangkat isu publik salah satunya pemberitaan dugaan peredaran pupuk palsu di Jawa Tengah yang mendorong proses hukum hingga putusan pengadilan.

“Jaga silaturahmi, jaga kekompakan, jaga nama baik organisasi. Tetap independen, tetap profesional, dan tetap bertanggung jawab di setiap pemberitaan,” pungkasnya.

Dengan struktur kepengurusan yang utuh dan siap dilantik, SMSI Solo Raya menegaskan komitmen: bersatu menjaga nama baik organisasi, sekaligus menjaga kemurnian tugas jurnalistik independen, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat.