BERITADAERAH

Alumni Cipayung Sapudi Tolak Isu Migas Baru, Desak Transparansi

95
×

Alumni Cipayung Sapudi Tolak Isu Migas Baru, Desak Transparansi

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, TOMBAKRAKYAT.Com — Isu dugaan rencana eksplorasi dan eksploitasi migas baru di Pulau Sapudi kembali memicu diskusi dan penolakan masyarakat. Aktivis yang tergabung dalam KAHMI Sapudi, FOKAL IMM Sapudi, dan IKA PMII Sapudi mendesak pemerintah dan perusahaan membuka secara transparan seluruh informasi terkait rencana kegiatan, dokumen lingkungan, potensi dampak, serta proses perizinannya, Jumat (24/9/2026).

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Dorong Percepatan Penyaluran BOSDA untuk Sekolah Swasta demi Pemerataan Pendidikan

 

Yudi Anshori (KAHMI Sapudi) menegaskan pengalaman migas sebelumnya menjadi pelajaran penting karena masyarakat dinilai tidak pernah memperoleh keterbukaan terkait AMDAL dan dampak lingkungan.

 

Sementara itu, Salam (FOKAL IMM Sapudi) menyoroti trauma masyarakat pascagempa 2025 dan kondisi kekeringan yang masih melanda sejumlah desa. Menurutnya, kajian dampak lingkungan dan langkah mitigasi wajib disampaikan secara terbuka apabila kegiatan migas benar akan dilakukan.

Baca Juga  EKIDZ Konveksi Buka Lowongan Kerja, Bisnis Fashion Tembus Pasar Nasional

 

Senada, Hasan Al Hakiki (IKA PMII Sapudi) menegaskan masyarakat berhak mengetahui seluruh konsekuensi kegiatan migas yang masuk ke wilayah teritorial Pulau Sapudi.

 

Selain menyuarakan penolakan, para aktivis juga mempertanyakan kejelasan status rencana migas tersebut. Mereka meminta pemerintah dan perusahaan memberikan klarifikasi resmi terkait dokumen lingkungan, wilayah kegiatan, potensi dampak, mekanisme pengawasan, serta perlindungan masyarakat.

Baca Juga  PWI Gelar Pengajian Akbar, Dorong Terwujudnya Masyarakat Sehat Mental dan Spiritual

 

Di tengah kondisi kekeringan dan menurunnya ketersediaan air di sejumlah desa, isu migas dinilai tidak hanya menyangkut investasi, tetapi juga transparansi, perlindungan lingkungan, keselamatan masyarakat, dan hak warga untuk mengetahui setiap kegiatan yang berpotensi berdampak pada ruang hidup mereka.