Feature Opini
Di tengah maraknya isu pengelolaan keuangan publik yang kerap dipertanyakan, praktik baik justru tumbuh dari tingkat pemerintahan paling bawah. RT 05/RW 02 Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan bahwa integritas dan transparansi bukan sekadar jargon, melainkan bisa diwujudkan secara nyata dan sederhana.
Pada Sabtu, 20 Desember 2025, seluruh kepala keluarga RT 05 berkumpul dalam rapat rutin enam bulanan yang digelar di rumah Ketua RT, Bapak Sudarto. Rapat ini bukan sekadar formalitas, melainkan forum pertanggungjawaban sosial. Laporan keuangan kas RT disampaikan secara tertulis, rinci, dan disertai bukti fisik, sebuah praktik yang jarang ditemui di banyak lingkungan meski penarikan kas warga tetap berjalan.
Rapat enam bulanan ini telah dilaksanakan secara konsisten sejak tahun lalu. Di dalamnya, warga tidak hanya mendengar laporan keuangan, tetapi juga menyampaikan usulan, kritik, hingga gagasan penataan lingkungan. Dari tata ruang, kebersihan, hingga agenda kerja RT, semuanya dibahas terbuka dalam suasana musyawarah.
Sebagai pejabat publik yang langsung berhadapan dengan warga, Ketua RT 05 memegang peran strategis. Bapak Sudarto menahkodai pengelolaan kas warga dengan orientasi kemanfaatan, bukan sekadar administrasi. Dana kas dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, peringatan hari besar, bantuan warga sakit dan berduka, perawatan fasilitas umum, hingga rencana penghijauan lingkungan melalui pengadaan pot bunga stroberi dan tempat sampah.
Yang menarik, praktik seperti ini belum menjadi kebiasaan di semua RT. Di sejumlah wilayah lain, kas warga tetap berjalan, namun ruang laporan terbuka dan forum pertanggungjawaban belum tentu ada. Di sinilah RT 05 Pagak layak disebut sebagai penggerak integritas dan manajemen RT, sekaligus contoh bahwa transparansi bisa dimulai tanpa anggaran besar—cukup dengan niat baik dan keberanian untuk terbuka.
Penggunaan dana kas RT 05 meliputi kegiatan PHBN, hari besar keagamaan, santunan warga sakit, santunan keluarga duka, serta perawatan fasilitas umum. Semua dilaporkan apa adanya, dan dikembalikan kepada warga sebagai pemilik dana sesungguhnya.
Praktik ini memberi pesan penting: integritas pejabat publik tidak lahir di podium kekuasaan, tetapi di ruang tamu warga. Ketika kejujuran, keterbukaan, dan musyawarah dijaga sejak tingkat RT, maka fondasi kepercayaan publik pun akan tumbuh kuat dari bawah.
RT 05 Pagak telah membuktikan, perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan bisa dimulai dari langkah kecil dan dari lingkungan paling dekat dengan rakyat.












