HARD NEWS | PENDIDIKAN – KEAGAMAAN
DEMAK, TOMBAKRAKYAT.COM | — Pondok Pesantren Al Mubarok Al Arbain yang berlokasi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan pesantren salafiah berbasis teknologi digital yang berdiri pada tahun 2021. Sejak awal pendiriannya, pesantren ini langsung menerapkan metode pembelajaran Alarbain Finnahwi Wasshorfi Wallugot, yakni kajian intensif ilmu Nahwu dan Shorof selama 40 hari.
Pesantren yang dipimpin oleh Kyai Muharror Khudlori tersebut mewajibkan seluruh santri menggunakan perangkat digital seperti handphone atau iPad dalam proses pembelajaran. Seluruh sarana belajar, termasuk papan tulis, juga telah menggunakan sistem digital. Proses pembelajaran disampaikan langsung oleh pengasuh pondok.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan didukung sekitar 100 ustaz dan ustazah pembimbing yang mendampingi santri. Perangkat digital santri juga telah diprogram secara khusus sehingga aktivitas penggunaan dapat terpantau guna menjaga kedisiplinan dan fokus belajar.

Jumlah santri di pondok pusat dibatasi maksimal 1.000 orang. Apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, santri akan diarahkan ke 26 cabang Pondok Pesantren Al Mubarok Al Arbain yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain fokus pada pendidikan keagamaan, pesantren ini juga bersinergi dengan masyarakat sekitar.
Pengasuh pondok turut membantu warga kurang mampu, termasuk dalam pembiayaan kebutuhan listrik dan air. Santri juga dianjurkan untuk berbelanja kebutuhan pribadi di toko-toko milik warga sekitar pesantren sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam sistem pengelolaan keuangan, seluruh pembayaran pondok dilakukan atas nama pribadi pengasuh, bukan atas nama lembaga. Dana yang masuk digunakan untuk kebutuhan operasional dan pembangunan pesantren.
Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al Mubarok Al Arbain tidak pernah mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah maupun instansi mana pun, namun tetap terbuka menerima donasi dari donatur pribadi.












