TECHNOLOGI & PENDIDIKAN

Survei 1.090 Mahasiswa UT Luar Negeri : 81,1% Tolak AOP Jadi Satu-Satunya Skema Ujian

356
×

Survei 1.090 Mahasiswa UT Luar Negeri : 81,1% Tolak AOP Jadi Satu-Satunya Skema Ujian

Sebarkan artikel ini

Jakarta TombakRakyat.com Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Ketua ORMAWA UTLLN (Ida Rosida) terhadap 1.090 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Luar Negeri menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menginginkan sistem ujian yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi nyata mereka sebagai pekerja.

Sebanyak 94,7% responden merupakan pekerja penuh waktu, sementara 53,5% tidak memiliki hari libur tetap. Kondisi ini membuat pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan skema Automated Online Proctoring (AOP) dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa luar negeri.

Baca Juga  Pelatihan Hukum Pajak FERADI TAX CONSULTANT - C.FTAX Batch #1 Digelar, Diikuti 107 Peserta dari Jalur Umum dan Beasiswa

Dari sisi kesiapan teknis, 60,3% mahasiswa mengaku belum siap mengikuti AOP, 35,8% belum memiliki perangkat yang sesuai, dan 76,8% menghadapi kendala kualitas internet.

Selain itu, 41,4% responden tidak memiliki tempat ujian yang kondusif, sedangkan 67% menilai biaya perubahan jadwal ujian cukup memberatkan.

Yang paling menonjol, hanya 18,9% mahasiswa yang memilih AOP sebagai satu-satunya skema ujian, sementara 81,1% menginginkan pilihan skema lain atau sistem yang lebih fleksibel.

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Dorong Percepatan Penyaluran BOSDA untuk Sekolah Swasta demi Pemerataan Pendidikan

Hampir seluruh responden, yakni 97,6%, menyatakan perlunya kebijakan ujian yang lebih adaptif terhadap kondisi mahasiswa UT di luar negeri.

Poin Penting Survei

  • 1.090 mahasiswa menjadi responden.
  • 94,7% adalah pekerja penuh waktu.
  • 53,5% tidak memiliki hari libur tetap.
  • 60,3% belum siap secara teknis mengikuti AOP.
  • 67% merasa biaya reschedule memberatkan.
  • 81,1% tidak setuju AOP menjadi satu-satunya skema ujian.
  • 97,6% menginginkan kebijakan ujian yang lebih fleksibel.
Baca Juga  Dua SMP Negeri di Kendal Disanksi Teguran karena Seragam: Pungutan Berkedok Sumbangan Senyap Pembahasan.

Dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa tantangan utama mahasiswa UT Luar Negeri bukan hanya soal ujian, tetapi juga keterbatasan waktu, perangkat, internet, tempat ujian, dan biaya tambahan. Karena itu, mayoritas mahasiswa berharap kebijakan UAS dapat lebih fleksibel, inklusif, dan menyesuaikan dengan kondisi riil mahasiswa pekerja di berbagai negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *